![]() |
| Pemandangan Gunung Api Banda dari penginapan yang saya tempati. |
Banda.
Saya hanya pernah mendengar namanya
pada pelajaran sejarah bertahun silam, saat saya masih duduk di bangku sekolah
dasar. Muhammad Hatta, si Bapak Koperasi Indonesia beserta rekannya Sutan
Syahrir dibuang ke Banda. Itulah sepenggal kisah tentang Banda yang terekam.
Kemudian ingatan itu muncul lagi ketika Des Alwi, sejarawan Banda meninggal.
Hanya dua peristiwa itu yang saya ketahui tentang Banda. Oh ya, saya juga
pernah mendengar Nicholas Saputra, pemain film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ juga
mengagumi keindahan Banda.
Siapa nyana, akhirnya saya menjejakkan sepasang kaki
ini di Tanah Banda. Berangkat dari Port of Ambon atau kini Pelabuhan Yos
Sudarso, Ambon, dengan menumpang Kapal Ciremai.
Suara stoom kapal membelah
subuh di Kota Ambon. Jam lima pagi hari, kapal beranjak meninggalkan kota.
Delapan jam lamanya saya mengarungi luasnya Laut Banda. Lama perjalanan menjadi
tak berarti, saat saya membayangkan sosok Banda. Lagipula laut dan langit biru
yang seolah bersatu di cakrawala pun selalu menemani. Sungguh, rasa bosan pun
enggan hinggap.


