Rabu, 09 Mei 2012

Purnama Untuk eL


Kepada eL sayangku,

eL, akan ku kirimkan sebuah purnama merah jambu untukmu. Tak hanya sepotong, tapi utuh tigaratus enampuluh derajat. Tak tercela meski secuil. Akan ku ambil purnama yang paling sempurna untukmu. Purnama pada malam-malam nan pekat. Tanggal lima belas tepat.
Akan ku bungkus dalam amplop putih bersih. Kau akan mampu melihat pendarnya meski terbungkus. Akan ku rekatkan pula sebuah perangko. Perangko yang tertempel miring. Sehingga Pak Pos yang mengantar akan tahu, bahwa itu adalah sepucuk surat cinta.
eL, sayangku. Setelah bermalam-malam ku lalui dengan menghitung hari. Akhirnya kujumpai malam ini. Betapa sempurnanya purnama malam ini. Ia begitu bundar. Dan berpendar. Warnanya begitu sempurna. Kuning, emas, ah, ia begitu merah jambu, eL. Ia terlihat memukau di tengah selimut kegelapan malam. Malam menjadi begitu benderang. Bahkan tanpa lampu. Dan sayangku, jika kau ada di sini, kau akan melihat anak-anak bermain dan bernyanyi di luar. Tanpa takut akan gelap. Dengarlah mereka bernyanyi.
“Yo, prokonco dolanan ning njobo,
Padang bulan, bulan ne koyo rino”