Jumat, 18 November 2011

Kalah atau Menang

Saya memang tidak nonton pertandingan memperebutkan Juara Grup A di Sea Games semalam. Tepatnya saya hanya menonton setengah permainan saja. Kecewa dengan Garuda Muda, tentu bukan alasan saya tak melanjutkan menonton. Semalam sakit perut akut mendera. Lebih baik tidur agar esok pagi bisa bekerja dengan baik.

Tak sampai keesokan harinya, saya telah mendapat banyak sekali analisis kekalahan Indonesia. Oh, rupa-rupanya di pertandingan semalam, Garuda Muda harus menerima kekalahan. Bagi saya, tak apa, bukankah mereka masih muda. Meski menjadi muda bukan alasan untuk kalah. Entah bagi delapan puluh lima ribu penonton di Gelora Bung Karno? Adakah mereka kecewa?

Rabu, 16 November 2011

Saat Mimpi Burukmu Adalah Nyata



Sebab dalam diri setiap orang dewasa masih tersimpan jiwa kanak-kanaknya, dan dalam diri setiap anak bersemayam jiwa yang kelak akan menjadi dewasa.

Kalimat itu tertulis di halamannya yang paling depan. Setelah kau membuka sampul buku itu tentunya. Aku membelinya, jujur saja, karena aku tertarik pada sampulnya yang berwarna entah biru, entah ungu. Buku itu bergambar centang perenang sulur-sulur tanaman rambat yang mungkin memang tidak ada dalam dunia kita –kau tahu, kan, ada banyak dunia, di sisi dunia yang kita tempati ini-. Mungkin juga sulur tanaman itu hanya hidup dalam imaji si penulis. Dalam gambar sulur tanaman rambat yang bisa saja beracun itu tergantung berbagai benda, ada kunci-kunci yang jumlahnya sangat banyak, juga beberapa pedang, bintang, dan juga hati. Lalu berdiri pada salah satu julainya yang penuh duri, seorang lelaki bungkuk dengan pedang sebagai tongkatnya. Ia tampak tidak baik. Jika kau memiliki buku ini, perhatikanlah sorot matanya. Ia benar-benar terlihat licik, bukan? Di sulur lainnya, di sisi bawah buku, kau akan melihat seorang anak lelaki yang tengah membaca, sambil tiduran. Lelaki bungkuk dan anak lelaki itu tentu saja hanya terlihat sebagai siluet putih. Kontras dengan latar yang entah biru, entah ungu, juga julai tanaman rambat penuh duri yang berwarna coklat nyaris emas.
Sampul 'The Book of The Lost Thing'