Tersebutlah kisah sebuah negari yang dipimpin seorang raja yang tidak
memiliki jantung hati. Kisah ini dimulai pada suatu malam di sebuah penjara nan
kelam. Dimana keputusasaan menjadi eksekutor. Banyak dari mereka yang menyerah
pada kelam. Kemudian mengakhiri hidup.
Penjara tersebut berisi puluhan bahkan ratusan cerdik cendikia juga para
penyair dan seniman. Seluruh orang pandai pada negri itu pernah dikumpulkan
pada satu waktu oleh sang raja yang berkuasa. Alasannya sederhana, sang raja
tak ingin memiliki rakyat yang lebih pandai dari dirinya. Melalui tipu muslihat
dan kesetiaan seorang jelata, mereka berkumpul di alun-alun. Tanpa mengetahui
apapun, mereka dijebloskan dalam penjara putus asa. Sang raja bersabda, ‘Itulah
hukuman bagi mereka yang pandai.’
Raja memerlukan rakyat yang bodoh dan setia. Itu saja.