Selasa, 15 Desember 2009

Hari Ini


Harusnya saya menulis ini sejak puluhan minggu yang lalu, saat awal saya memulai kehidupan di dunia blog. Semoga tak ada kata terlambat. Semoga. Ya, semoga saja. 

Saya hendak bercerita mengenai hari ini. Hari dimana saya seraya mencuri-curi waktu berada di kubikel kantor yang sedari tahun lalu tak ubah sedikit pun. Saya takut tak bisa menulis saat saya pulang kerumah. Ya, kau tau kan, malas selalu menerpa saat kita berada di zona nyaman. Tapi saya bukan ingin menceritakan bagaimana kantor saya yang meski membosankan tampak semakin menyenangkan, juga rumah terutama kamar saya yang meski kacau balau tetap saja menyamankan. 

Saya ingin berkisah tentang hari ini. Hari ketika hal baik terjadi. Dini hari tadi, sekitar pukul lima, mungkin bagi sebagian orang itu bukan dini. Saya harus menerima kenyataan teman satu rumah saya, Kat mendapati dirinya tengah hamil. Senang bukan kepalang ia. Sudah satu tahun lamanya ia menanti. Saya dan teman serumah lainnya ikut senang.

Tepat pada hari ini pula, saya berhasil melewatkan satu kesempatan lagi pergi ke negri seberang untuk sekolah. Saya bersyukur, karena saya yakin belum siap untuk pergi. Saya tetap percaya, Tuhan akan mengganti setiap peluh yang terjatuh dengan sekolah di negri yang lebih baik.

Pada hari ini pula, saya menemukan kembali password blog saya yang telah lama hilang. Ah, akhirnya. Menemukan kembali blog, bukan berati saya akan mengunggah sejumlah tulisan dalam hitungan detik. Menemukan seven days, seperti menemukan semangat menulis kembali. Oke, anggap saya berlebihan.

Hari ini, saat saya telah selesai menulis, dan hendak mengunggahnya. Listrik di kantor padam. Saya yang sedang belajar ilmu membaca pertanda, langsung menduga, Perusahaan Listrik Negara tengah menghukum saya yang menggunakan jam kerja untuk bersenang-senang. Tak apa. Saya senang dihukum seperti ini. Saya jadi punya alasan untuk bersosialisasi bertukar kabar dengan rekan kerja.

Sepulang kerja, tak langsung pulang ke rumah. Saya meyempatkan diri mampir ke kolam renang. Tentu saja untuk berenang. Menjaga kesehatan itu penting. Rupa-rupanya saya terlalu banyak makan sebelumnya. Tak sampai satu jam berkecipak dalam air, isi perut saya berontak ingin keluar. Saya hanya berkata, "Ah." Hari sudah menjelang malam, saya tak ingin mengakhirinya dengan keluh kesah. Saya pun pulang.

Tulisan ini adalah tulisan tak berinti. Tak memiliki pikiran utama, begitu kata Guru Bahasa Indonesia saya. Mungkin sebagian ada yang menyesal ketika membacanya. Tak apa. Toh, saya memang tidak sedang menggurui atau menghibur kalian. Saya hanya ingin menuangkan yang saya alami hari ini. Saya ingin menikmati hari-hari yang saya miliki, kemudian mati. Saya berupaya menikmati hari dengan baik, meski hari terkadang datang dengan begitu buruk. Nikmatilah hari ini.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar